Press tidak harus menjadi krisis. Tim yang melatih press break sederhana melihat tekanan sebagai peluang mencetak angka, karena pertahanan yang berkomitmen menjebak juga meninggalkan ruang di belakangnya. Keterampilannya adalah tetap tenang di lima detik pertama dan mengikuti struktur yang diketahui semua orang.
Tujuan press break
Mengalahkan press bukan soal kecepatan. Ini soal tiga hal, berurutan:
- Masukkan bola tanpa turnover.
- Bawa melewati barisan pertama pemain bertahan ke pemain yang bisa melihat lapangan.
- Serang ruang yang ditinggalkan pertahanan.
Kalau Anda bisa melakukan dua yang pertama dengan andal, yang ketiga akan terjadi dengan sendirinya. Sebagian besar turnover melawan tekanan terjadi di dua langkah pertama, jadi ajarkan itu lebih dulu.
Tempatkan lima pemain di posisi yang tepat
Struktur standar menyebarkan pemain sehingga setiap pembawa bola punya dua outlet. Susunan yang umum adalah diamond atau box:
- Pemain inbound mengoper lalu bergerak untuk membantu.
- Outlet pertama berdiri dekat bola, cukup dekat untuk operan aman.
- Pemain tengah berdiri di sekitar perpanjangan garis lemparan bebas, tempat pertahanan paling tipis.
- Pemain jauh berdiri ke arah ring seberang sebagai safety valve.
- Outlet kedua berdiri di sisi seberang, siap menerima perpindahan bola.
Bentuk persisnya kurang penting dibanding prinsipnya. Jangan pernah menaruh dua pemain di jalur yang sama, dan selalu jaga satu pemain di belakang bola dan satu di depan.
Ajarkan urutan operan
Urutan sederhana mudah diajarkan dan sulit dijaga:
- Inbound ke outlet pertama. Pendek, aman, dan tepat waktu.
- Outlet pertama ke pemain tengah. Inilah operan yang membelah press, jadi pemain tengah harus siap menangkap dan berbalik.
- Dari tengah ke rekan yang bebas, atau dribel untuk menyerang ruang.
Kalau tengah dijaga, outlet pertama memindahkan bola ke outlet kedua, dan urutannya mulai lagi di sisi lain. Aturan kuncinya, bola selalu bergerak ke pemain yang bebas dan tidak pernah ke yang dijaga.
Menghadapi trap
Kebanyakan press menjebak bola di dekat sideline atau sudut. Pertahanan terbaik terhadap trap adalah menghindarinya, tetapi saat terjadi, ajarkan tiga kebiasaan:
- Pertahankan dribel. Menghentikan dribel di dalam trap mengakhiri pilihan Anda. Dribel menjauh dari trap dengan perubahan arah.
- Pivot dan lihat. Pakai pivot untuk melindungi bola dan menemukan operan yang terbuka.
- Oper lewat atas. Operan tinggi dan kuat di atas pemain yang menjebak sampai ke rekan yang sudah bergerak ke ruang yang mereka tinggalkan.
Rekan setim juga punya tugas. Saat seorang rekan terjebak, bergeraklah ke arah bola untuk memberi outlet, dan bergeraklah ke ruang terbuka di sisi lain. Diam adalah pilihan terburuk.
Kenali apa yang Anda hadapi
Press yang berbeda meninggalkan ruang yang berbeda.
Press man-to-man. Setiap pemain bertahan punya lawan. Pakai screen dan aksi give-and-go untuk membebaskan pemain, dan serang mismatch. Pembawa bola yang bagus bisa mengalahkan press man sendirian, jadi berikan bola kepadanya di ruang terbuka.
Zona press (seperti 2-2-1 atau 1-2-1-1). Pemain bertahan menjaga area, jadi serang celah di antara mereka. Tengah lapangan sering terbuka saat pertahanan menjebak di sideline. Pakai skip pass untuk memindahkan bola dengan cepat dan menemukan sisi lemah.
Trap setengah lapangan. Pertahanan mundur ke garis tengah dan menjebak di sana. Perlambat bola, jaga spacing, dan cari operan lewat atas ke rekan yang flash.
Luangkan 30 detik saat time-out untuk memberi tahu tim press apa yang Anda lihat dan titik mana yang Anda perkirakan terbuka. Label yang jelas membuat press break lebih mudah dijalankan.
Kebiasaan yang mencegah turnover
Press break gagal karena kebiasaan, bukan rencana. Ajarkan ini:
- Tangkap sambil bergerak ke arah bola. Pemain yang menunggu operan mudah dicuri bolanya.
- Jaga bola tetap tinggi dan kuat saat mengoper. Operan lemah dan rendah adalah hadiah.
- Jangan pernah melempar operan yang menyeberangi tengah lapangan kecuali penerimanya bebas dan Anda bisa melihatnya.
- Jauhi sideline. Sideline adalah pemain bertahan.
- Jangan terburu-buru. Waktu ada di pihak Anda kalau masih ada sisa.
Drill yang membangun kepercayaan diri
Walkthrough tanpa pertahanan. Ajarkan titik dan urutan operan dengan kecepatan berjalan sampai pemain tahu di mana berdiri.
Tiga lawan dua, lalu empat lawan tiga. Tambahkan pemain bertahan secara bertahap. Pemain belajar mengoper ke pemain yang bebas tanpa panik.
Lima lawan lima lapangan penuh dengan skor. Serangan mendapat satu poin bila melewati garis tengah dalam kurang dari delapan detik tanpa turnover. Tekanan skor adalah guru terbaik.
Sepuluh menit, dua atau tiga kali seminggu, cukup bagi kebanyakan tim untuk nyaman menghadapi tekanan.
Tugas pemain inbound
Operan pertama setiap press break dimulai dari pemain inbound, dan inbound yang ceroboh merusak sisanya. Ajarkan aturan ini:
- Ambil bola dengan cepat. Jangan beri pertahanan waktu untuk bersiap.
- Lihat dua opsi sebelum melempar. Outlet pertama dan pemain tengah.
- Melangkah ke titik, bukan ke bola. Setelah mengoper, pemain inbound berlari ke lapangan dan menjadi outlet, sehingga pertahanan tidak bisa mengabaikannya.
- Pakai lima detiknya. Hitungannya nyata, tetapi panik adalah risiko yang lebih besar daripada waktu.
Kalau pertahanan menutup opsi pertama, minta time-out untuk menghindari pelanggaran lima detik, dan pakai untuk mengatur ulang urutannya.
Setelah memecah press
Mengalahkan press adalah peluang mencetak angka, bukan hanya bertahan hidup. Pertahanan sudah menaruh pemain di backcourt, jadi frontcourt sering terbuka.
- Serang ring dengan cepat. Cari layup atau operan pendek ke pemain cut sebelum pertahanan pulih.
- Jangan berhenti di garis tengah. Godaannya adalah bersantai begitu bola menyeberang. Pertahankan tempo dan spacing beberapa detik lagi.
- Ketahui aksi berikutnya. Set yang mengalir dari press break, seperti pick-and-roll cepat, memanfaatkan ruang terbuka.
Press break hanya berhasil kalau berakhir dengan tembakan yang bagus, jadi rencanakan aksi pertama setelah garis tengah.
Kapan meminta time-out
Time-out melawan press berguna saat tim panik, bukan saat tim kalah. Kalau Anda kehilangan bola dua kali berturut-turut, minta time-out, tenangkan kelompok, ingatkan urutannya, dan kirim mereka kembali dengan satu instruksi. Instruksinya tentang apa yang dilakukan berikutnya, bukan tentang apa yang salah.
Di mana SlongeHoops berperan
SlongeHoops memungkinkan Anda menggambar press break dalam fase, menjalankannya untuk memeriksa bahwa tidak ada dua pemain berakhir di titik yang sama, dan membagikan tautan agar pemain bisa melihat urutannya sebelum latihan. Pustakanya memuat diamond press break yang bisa Anda buka dan sesuaikan. Ada paket gratis dengan empat pola tersimpan. Kami yang membuatnya, jadi uji pada press break Anda sendiri sebelum memutuskan.
Pertanyaan
Apa cara terbaik memecah full-court press?
Masukkan bola dengan cepat, sebarkan pemain, dan serang tengah. Jaga pemain tetap bergerak ke titik terbuka, jangan pernah menghentikan dribel di dalam trap, dan pakai operan pendek untuk menemukan rekan yang bebas. Struktur sederhana yang diketahui semua orang mengalahkan struktur yang cerdik.
Berapa pemain yang sebaiknya di backcourt melawan press?
Biasanya kelimanya, tersebar di lapangan. Sebagian tim mengirim satu pemain ke depan sebagai safety valve agar pertahanan tidak bisa menjebak bola dengan semua pemain.
Sebaiknya mendribel atau mengoper melawan press?
Keduanya punya tempat. Pembawa bola sebaiknya mendribel untuk membelah trap atau mengubah sudut, dan mengoper saat rekannya bebas. Kesalahannya adalah menghentikan dribel di sudut atau di sepanjang sideline.
Bagaimana mengajarkan press break kepada pemain muda?
Mulai dengan walkthrough tanpa pertahanan, lalu tambahkan dua pemain bertahan, lalu empat. Ajarkan tiga aturan dulu: menyebar, oper ke pemain bebas, dan jangan pernah menghentikan dribel di dekat sideline.