Latihan3 faseDurasi 4.2 dtk
Lemparan Bebas di Bawah Tekanan
Satu penembak di garis, posisi di jalur terisi seperti saat pertandingan. Lari atau tidaknya semua pemain lain bergantung pada tembakan ini. Saat bola dilepas, pemain bertahan di posisi pertama masuk dan melakukan box out, dan tim penembak menyerbu, sehingga setiap lemparan bebas juga jadi latihan rebound.
- Tingkat kesulitan
- Menengah
- Usia
- U12–Dewasa
- Menit
- 10
- Pemain
- 6–12
- Pelatih
- 1
- Bola
- 1
- Peralatan
- Tanpa peralatan: hanya pemain dan bola.
Jalankan, miringkan, ubah agar cocok dengan sesi latihan Anda. Gratis untuk memulai. Tanpa akun, tanpa instalasi.
Poin kepelatihan
- Satu rutinitas, setiap kali: dribel yang sama, napas yang sama, lepasan yang sama.
- Tembak seperti lemparan bebas terakhir di pertandingan ketat: tim lari kalau meleset.
- Pemain bertahan di posisi pertama melangkah ke jalur dan melakukan kontak lebih dulu.
- Rekan penembak berebut posisi dalam, bukan menonton bola.
Fase demi fase
1Fase 1
Rutinitas yang sama setiap kali: kaki siap, jumlah dribel yang sama, satu tarikan napas, lalu tembak. Tidak ada yang bergerak di jalur sebelum bola dilepas.
- S menembak
2Fase 2
Bola di udara: pemain bertahan melangkah masuk ke jalur dan melakukan box out pada rekan penembak; X3 melakukan box out pada penembak di garis.
- X1 melakukan cut ke block kiri
- X2 melakukan cut ke block kanan
- O1 melakukan cut ke block kiri
- O2 melakukan cut ke block kanan
- X3 melakukan cut ke high post
- S melakukan cut ke nail
3Fase 3
Kalau meleset, pemain bertahan yang mendapatkannya mengamankan bola di dagu dan memberikan outlet ke pelatih. Kalau masuk, tim penembak mendapat poin dan penembak berikutnya maju.
- C melakukan cut ke sayap kanan
- X2 mengoper ke C
Variasi
- One-and-one: tembakan kedua hanya kalau yang pertama masuk.
- Target tim: sepuluh masuk dari dua belas, atau semua sprint satu panjang lapangan.
- Menembak dalam keadaan lelah: lemparan bebas langsung setelah lari kondisi fisik.